STUDI ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT DAN UPACARA ADAT HINDU DI BALI

Wawan Sujarwo, Semeru Gita Lestari Viewed 18 times, Downloaded 39 times

Abstract


Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Bali menggunakan tumbuhan untuk upacara adat dan sekaligus bahan obat tradisional. Meskipun sudah banyak penelitian yang mendokumentasikan tumbuhan obat dan upacara adat Bali, namun diduga masih banyak jenis tumbuhan yang belum dikenal oleh masyarakat luas dan belum mendapat perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat dan deskripsi kegunaannya, serta mendokumentasikan bagian tumbuhan yang digunakan dalam upacara adat Hindu di Bali. Data etnobotani diperoleh dengan metode wawancara terhadap 20 responden. Pemilihan responden dilakukan secara purposive, yakni targeted respondents, yang dikombinasikan dengan teknik snowball. Hasil penelitian mendokumentasikan 57 jenis dari 52 marga dan 36 suku yang dimanfaatkan untuk keperluan obat sekaligus upacara adat. Jenis tumbuhan yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah rimpang-rimpangan dari suku Zingiberaceae. Terdapat 39 kelompok penyakit yang bisa diobati dengan menggunakan tumbuhan obat sekaligus upacara adat. Dewa yadnya merupakan upacara keagamaan yang paling banyak disebutkan responden. Lima jenis tumbuhan dengan use value tertinggi, yaitu Cordyline fruticosa, Plumeria rubra, Piper betle, Graptophyllum pictum, dan Morus alba. Perawakan tumbuhan didominasi oleh Kelompok herba, dan bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun. Hampir 70% tumbuhan yang didokumentasikan berasal dari kawasan Malesia, India, dan Indocina. Semua jenis tumbuhan tersebut dapat ditemukan di Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan tumbuhan dan juga pengetahuan lokal yang terkandung didalamnya, sehingga generasi sekarang dan yang akan datang dapat mengetahui apa yang sudah dipraktekkan nenek moyang mereka.


Keywords


Bali, Cordyline fruticosa, Hindu, Panca yadnya, ritual, tanaman obat

Full Text:

PDF

References


Albuquerque, I.P., R.F.P. Lucena, J.M. Monteiro, A.T.N. Florentino, & C.F.C.B.R. Almeida. 2006. Evaluating two quantitative ethnobotanical techniques. Ethnobotany Research Application 4: 51–60.

Alen, Y., A. Wati, D. Handayani, & D. Arbain. 2003. Isolation of antibacterial compounds from non-polar fraction of metabolic extract of leaves of Glycosmis malayana Ridl. Jurnal Jumpa 13(1): 33-36.

Alexiades, M.N. & J.W. Sheldon. 1996. Selected Guidelines for Ethnobotanical Research: A Field Manual. The New York Botanical Garden Press. New York.

Ashari, S. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press, Jakarta.

Bernard, H.R. 2002. Research Methods in Anthropology: Qualitative and Quantitative Approaches. Altamira Press. Walnut Creek.

Cook, F.E.M. 1995. Economic Botany Data Collection Standard. Royal Botanic Gardens. Kew.

Harborne, A.J. 1998. Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis. Springer Netherlands. Dordrecht.

Leurs, L.N. 2010. Medicinal Aromatic and Cosmetic (MAC) Plants for Community Health and Biocultural Diversity Conservation in Bali, Indonesia. Doctoral Dissertation. Universiteit Leiden Press. Leiden.

Martin, G.J. 1995. Ethnobotany: A methods Manual. Springer Netherlands. Dordrecht.

Nadakavukaren, M.J. & D.A. McCracken. 1985. An Introduction to Plant Biology. Brooks-Cole Publishing. California.

Oktavia, G.A.E., Darma, I.D.P & Sujarwo, W. 2017. Studi etnobotani tumbuhan obat di kawasan sekitar Danau Buyan – Tamblingan, Bali. Buletin Kebun Raya 20(1): 1-16

Phillips, O. & A.H. Gentry. 1993. The useful plants of Tambopata, Peru: I. Statistical hypothesis tests with a new quantitative technique. Economic Botany 47: 15–32.

Siregar, M., N.K.E. Undaharta, I.W. Sumantera, D. Mudiana, I.D.P. Darma, D.M.S. Putri, & I.G. Setiadi. 2004. Konservasi tumbuhan upacara Agama Hindu di Kebun Raya "Eka Karya" Bali. Prosiding Seminar Nasional Konservasi Tumbuhan Upacara Agama Hindu. Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya “Eka Karya” Bali. Tabanan.

Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Sujarwo, W., I.B.K. Arinasa, F. Salomone, G. Canevam, & S. Fattorini. 2014. Cultural erosion of Balinese indigenous knowledge of food and nutraceutical plants. Economic Botany 68(4): 426-437.

Sujarwo, W., A.P. Keim, V. Savo, P.M. Guarrera, & G. Caneva. 2015. Ethnobotanical study of Loloh: Traditional herbal drinks from Bali (Indonesia). Journal of Ethnopharmacology 169: 34-48.

Sujarwo, W. & G. Caneva. 2016. Using quantitative indices to evaluate the cultural importance of food and nutraceutical plants: Comparative data from the Island of Bali (Indonesia). Journal of Cultural Heritage 18: 342–348.

Sukarma, I.W. 2004. Humanisme dalam Brahmavidya dan tradisi Hindu di Bali. Master Thesis, Program Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia. Denpasar.

Takhtajan, A. 1986. The Floristic Region of The World. University of California Press. California.

Tardío, J. & M. Pardo-de-Santayana. 2008. Cultural importance indices: a comparative analysis based on the useful wild plants of Southern Cantabria (Northern Spain). Economic Botany 62: 24–39.

Tengah, I.G.P., I.W. Arka, N.M. Sritamin, I.B.K. Gotama, & H. Sihombing. 1995. Studi tentang Inventarisasi, Determinasi dan Cara Penggunaan Tanaman Obat pada “Lontar Usada” di Bali. Puslitbang Farmasi Balitbang Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.

The Plant List. 2013. Version 1.1. Published on the Internet. http://www.theplantlist.org/ (accessed 21 June 2018)

Winarto, W.P. 2004. Manfaat Tumbuhan Sayur untuk Mengatasi Berbagai Penyakit. Agromedia Pustaka. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/bkr.v21i2.441

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Kebun Raya

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing Partners


    agora-journals.fao.org INTERNATIONAL INSTITUTE OF ORGANIZED RESEARCH (I2OR)ROAD DIRECTORYPKP INDEX
 
Jurnal Buletin Kebun Raya

Diterbitkan oleh (published by):
Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya (Center For Plant Conservation Botanic Gardens)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (The Indonesian Institute of Sciences)
Alamat (address) : Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Jl. Ir. H. Juanda 13, Bogor 16003
Telepon (Phone) : (0251) 8322187
Email : buletin.pktkr.lipi@gmail.com
Website : http://krbogor.lipi.go.id

pISSN: 0125-961X

eISSN: 2460-1519