HABITAT ALAMI TUMBUHAN PAKU KIDANG (Dicksonia blumei (Kunze) Moore) DI KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK PULAU BALI

I Dewa Putu Darma, Wenni Setyo Lestari, Arief Priyadi Viewed 1674 times, Downloaded 667 times

Abstract


Dicksonia blumei (Paku Kidang) termasuk dalam spesies prioritas konservasi Indonesia kategori B. Studi ekologi habitat alaminya di kawasan hutan Bukit Tapak, Bedugul Bali dilakukan dengan metode purposive sampling. Plot dapat dibuat sebanyak 3 (tiga) buah dengan ukuran 20 x 20 m untuk jenis tumbuhan pohon dan 2 x 2 m untuk jenis tumbuhan bawah. Berdasarkan hasil pengamatan Dicksonia blumei (Paku Kidang) pada habitat alaminya di kawasan hutan Bukit Tapak. Jenis paku ini tumbuh pada kondisi lingkungan fisik dengan kisaran ketinggian tempat antara 1.754–1.794 m dpl., kemiringan tanah berkisar antara 7–10%, pH tanah 6,4–7, kelembaban tanah 50–75%, temperatur 20,5–22,3°C, kelembaban udara 83,2–87,5% dan intensitas cahaya 618–10.030 Lux. Karakteristik komponen lingkungan biotiknya ditentukan berdasar Indek Nilai Penting (INP). Lima jenis tumbuhan pohon dengan INP tertinggi adalah Cyathea latebrosa (INP 98,7) kemudian diikuti oleh Saurauia bracteosa (INP 51,9), Astronia spectabilis (INP 42,7), Dicksonia blumei (INP 39,6) dan Homalantus giganteus (INP 35,3). Karakteristik jenis tumbuhan bawah untuk lima jenis tertinggi diduduki oleh Pillea sp. (INP 61,91), kemudian diikuti oleh Selaginella sp. (INP 40,6), Athyrium asperum (INP 27,5), Pteris tripartita (INP 18,3) dan Rubus sp. (INP 15,0). Kebersamaan tumbuhnya D. blumei dengan Cyathea latebrosa, tampaknya terkait dengan peran batangnya sebagai substrat spora D. blumei pada tahap perkecambahan dan pertumbuhan selanjutnya. Pada fase gametofit dan sporofit muda D. blumei tumbuh secara epifit pada batang Cyathea latebrosa setinggi 0,5–1,5 m dari permukaan tanah. Seiring dengan pertumbuhan akarnya yang berlahan-lahan mencari tanah, kemudian sporofit dewasa D. blumei akan tumbuh secara teresterial (hemi–epifit).


Keywords


Dicksonia blumei; habitat; hemi-epifit

References


Adnyana, I.W.S. 2005. Erosi dan penggunaan lahan di kawasan Bedugul. Prosiding Simposium Dan Analisis Daya Dukung Dan Daya Tampung Sumber Daya Air Di Kawasan Tridanau Beratan, Buyan Dan Tamblingan. pp. 59–70.

Anonim. 2000. Peta Rupabumi Digital Indonesia 1:25000. Badan Koordinasi survey dan Pemetaan Nasional. pp. 1707–632.

Brower, J.E. and J.H. Zar. 1998. Field and laboratory methods for general ecology. wm. c. brown, Iowa.

Chapin, F.S., P.A. Matson and P.M. Vitousek. 2011. Principles of terrestrial ecosystem ecology. Springer. 10.1007/978-1-4419-9504-9Logo_TM.png

Darnaedi D., M. Siregar, H. Soerdjito dan E. Sukara. 2005. Konsep Cagar Biosfer: Alternatif pengelolaan kawasan tri-danau Beratan, Buyan dan Tamblingan Provinsi Bali. Prosiding Simposium” Analisis Daya Dukung dan Daya Tampung Sumber Daya Air di Kawasan Tri-danau Beratan, Buyan dan Tamblingan Provinsi Bali pp. 31–41.

Ellstrand, N.C. and D.R. Elam. 1993. Population genetic consequences of small population size: implications for plant conservation. Annual review of Ecology and Systematics 217–242. 10.1146/annurev.es.24.110193.001245Logo_TM.png

Girmansyah, D., Y. Santika dan A. Retnowati. 2013. Flora of Bali: An annotated checklist. Yayasan Obor Indonesia.

Hartini, S. 2006. Perkecambahan spora dan siklus hidup Paku Kidang (Dicksonia blumei Moore) pada berbagai media tumbuh. Biodiversitas 7(1): 85–89. 10.13057/biodiv/d070121Logo_TM.png

Heyne, K. 1987. Tumbuhan berguna Indonesia I. Penerjemah: Badan Litbang Kehutanan Jakarta. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Holttum, R.E. 1938. The ecology of tropical Pteridophytes, in: Verdoorn, F. (Ed.), Springer-Science+Business Media, B.V., pp. 420–450. 10.1007/978-94-017-6111-6_13Logo_TM.png

Holttum, R.E. 1963. Cyatheaceae. Fl. Males II.I, 2: 65–176.

Kartawinata, K. 2013. Diversitas ekosistem alami Indonesia: Ungkapan singkat dengan sajian foto dan gambar. LIPI Press dan Obor.

Kent, M. 2012. Vegetation description and data analysis: A practical approach. Wiley-Blackwell.

Kramer, K.U. 1990. Dicksoniaceae, in: Kubitzki, K., Kramer, K.U., Green, P. (Eds.), Springer-Verlag, pp. 94–98. 10.1007/978-3-662-02604-5_21Logo_TM.png

KSDA Bali, 2014. Cagar Alam Batukahu. http://www.ksda-bali.go.id/?page_id=11 (diakses 28 Januari 2014)

Large, M.F. and J.E. Braggins. 2004. Tree Ferns. Timber Press, Cambridge.

Mehltreter, K., 2008. Phenology and habitat specificity of tropical ferns, in: T.A. Ranker and, C.H. Haufler (Eds.), Cambridge, pp. 201–221. 10.1017/CBO9780511541827.009Logo_TM.png

Risna, R.A., Y.W.C. Kusuma, D. Widyatmoko, R. Hendrian dan D.O. Pribadi. 2010. Spesies prioritas untuk konservasi tumbuhan Indonesia Seri I: Arecaceae, Cyatheaceae, Nepenthaceae, Orchidaceae. PKT Kebun Raya Bogor, LIPI.

Sumantera, I.W. 2004. Potensi hutan Bukit Tapak sebagai sarana upacara adat, pendidikan, dan konservasi lingkungan. Biodiversitas 5(2), 81–84. 10.13057/biodiv/d050208Logo_TM.png

Volkova, L., L.T. Bennett and M. Tausz. 2010. Effects of sudden exposure to high light levels on two tree fern species Dicksonia antarctica (Dicksoniaceae) and Cyathea australis (Cyatheaceae) acclimated to different light intensities. Australian Journal of Botany 57 (7), 562–571. 10.1071/BT09153Logo_TM.png

Watkins, J.J.E. and C. Cardelus. 2009. Habitat differentiation of ferns in a lowland tropical rain forest. American Fern Journal 99, 162–175.

Widyatmoko, D. dan Irawati. 2007. Kamus istilah konservasi. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Wright, A. 1978. Vascular plants of Hen Island (Taranga) north-eastern New Zealand. Tane 24: 77–102.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/bkr.v18i1.159

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Buletin Kebun Raya (The Botanic Gardens Bulletin)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing Partners


    agora-journals.fao.org INTERNATIONAL INSTITUTE OF ORGANIZED RESEARCH (I2OR)ROAD DIRECTORYPKP INDEX
 
Jurnal Buletin Kebun Raya

Diterbitkan oleh (published by):
Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya (Center For Plant Conservation Botanic Gardens)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (The Indonesian Institute of Sciences)
Alamat (address) : Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Jl. Ir. H. Juanda 13, Bogor 16003
Telepon (Phone) : (0251) 8322187
Email : buletin.pktkr.lipi@gmail.com
Website : http://krbogor.lipi.go.id

pISSN: 0125-961X

eISSN: 2460-1519