KRITERIA PENENTUAN SPESIES PRIORITAS Rhododendron spp. TERANCAM KEPUNAHAN UNTUK DIKONSERVASI SECARA EX SITU DI INDONESIA

Wiguna Rahman Viewed 1417 times, Downloaded 683 times

Abstract


Proses pencapaian tujuan konservasi selalu dibatasi oleh berbagai hal, seperti waktu, dana, SDM, maupun kebijakan. Hal ini terjadi juga pada usaha konservasi tumbuhan secara ex situ. Proses menentukan jenis tumbuhan dan lokasi pengoleksian yang tepat selalu menjadi permasalahan yang dihadapi sebelum kegiatan pengoleksian dilaksanakan. Hal ini karena penentuan keputusan perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti status konservasi, ketersediaan dana, ketersediaan informasi, waktu,  dan resiko keberhasilan tumbuh. Dalam tulisan ini akan dijelaskan kerangka pengambilan keputusan untuk  menentukan prioritas spesies tumbuhan yang akan dijadikan koleksi ex situ. Tiga puluh spesies Rhododendron asli Indonesia yang terancam punah digunakan sebagai contoh. Metode yang digunakan adalah skoring terhadap 11 kriteria. Kriteria tersebut mencakup status spesies (meliputi: status konservasi, status keberhasilan introduksi ex situ, representasi kelompok taksa unik); status lokasi (status dalam area Biodiversity Hotspot dan Global 200 ecoregion, serta perlindungan legal habitat); kemudahan propagasi (meliputi: bentuk hidup, ketinggian habitat, dan jarak antara lokasi dan lembaga ex situ); efektivitas (jumlah spesies kongenerik simpatrik yang terancam kepunahan); dan biaya pengoleksian. Interpretasi hasil skoring dilakukan dengan sistem peringkat. Berdasarkan hasil penilaian terhada jenis Rhododendron Indonesia, maka yang menempati peringkat teratas untuk diprioritaskan dikoleksi di Kebun Raya Cibodas adalah R. longiflorum var. bancanum, R. wilhelminae, dan R. album.


Keywords


Konservasi ex situ; Spesies prioritas; Rhododendron

References


Argent, G. 2006. Rhododendrons of subgenus Vireya. The Royal Horticultural Society.

Craven, L.A., F. Danet, J.F. Veldkamp, L.A. Goetsch, B.D. Hall. 2011. Vireya Rhododendrons: Their monophyly and classification (Ericaceae, Rhoododendron section Schistanthe). Blumea 56 (2): 153–158. 10.3767/000651911X590805Logo_TM.png

Farnsworth, E.J., S. Klionsky, W.E. Brumback, K. Havens. 2006. A Set of simple decision matrices for prioritizing collection of rare plant species for ex situ conservation. Biological Conservation 128 (1):1–12. 10.1016/j.biocon.2005.09.010Logo_TM.png

Gibbs, D., D. Chamberlain, G. Argent. 2011. The Redlist of Rhododendrons. Botanic Garden Conservation International.

Maunder, M., E.O. Guerrant Jr., K. Havens, K.W. Dixon. 2004. Realizing the full potential of ex situ contribution to global plant conservation. In E.O. Guerrant jr., K. Havens, M. Maunder: Ex Situ Plant Conservation Supporting Species Survival in the Wild. Society for Ecological Restoration International.

Miller, R.M., J.P. Rodriguez, T.A. Fowler, C.Bambaradeniya, R.Boles, M.A. Eaton, U.Gardenfors, V. Keller, S. Molur, S. Walker, C. Pollock. 2006. Extinction Risk and Conservation Priorities. Science 313 (5786):441. 10.1126/science.313.5786.441aLogo_TM.png

Mittermeier, R.A., C.G. Mittermeier, T.M. Brooks, J.D. Pilgrim, W.R. Konstant, G.A.B. da Fonseca, C.Kormos. 2003. Wilderness and Biodiversity Conservation. PNAS 100(18): 10309–10313. 10.1073/pnas.1732458100Logo_TM.png

Mogea, J.P., D. Gandawijaya, D., Wiriadinata, H., Nasution, R.E. Irawati. 2001. Tumbuhan langka Indonesia. Pusat Penelitian Biologi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bogor, Indonesia.

Myers, N., R.A. Mittermeier, C.G. Mittermeier, G.A.B. da Fonseca, and J. Kent. 2000. Biodiversity hotspots for conservation priorities. Nature 403: 853–858. 10.1038/35002501Logo_TM.png

Olson, D.M., E. Dinerstein. 1998. The Global 200: A representation approach to conserving the earth’s most biologically valuable ecoregions. Conservation Biology 12(3): 502–515. 10.1046/j.1523-1739.1998.012003502.xLogo_TM.png

Olson, D.M., E. Dinerstein. 2002. The Global 200: Priority ecoregions for global conservation. Annals of the Missouri Botanical Garden 89 (2): 199–224.

Risna, A.R., Y.W.C. Kusuma, D. Widyatmoko, R. Hendrian, D.O. Pribadi. 2010. Spesies priositas untuk konservasi tumbuhan Indonesia. Pusat Konservasi Tumbuhan. Kebun Raya Bogor. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Bogor, Indonesia.

Salafsky, N, D. Salzer, A.J. Stattersfield, C. Hilton–Taylor, R. Neugarten, S.H.M. Butchart, B. Collen, N. Cox, L.L. Master, S. O’connor, D. Wilkie. 2008. A standard lexicon for biodiversity conservation: Unified classification of threats and action. Conservation Biology 22(4): 897–911. 10.1111/j.1523-1739.2008.00937.xLogo_TM.png

Sleumer, H. 1966. Ericaceae. Flora Malesiana I, 6: 469–668.

van Steenis, C.G.G.J. 1972. The Mountain Flora of Java. E.J. Brill. Leiden. Netherland.

Widjaja, E.A., I. Maryanto, D. Wowor, S. N. Prijono. 2011. Status keanekaragaman hayati Indonesia. Pusat Penelitian Biologi. LIPI.

Wilson, K.A., J. Carwadine, H.P. Possingham. 2009. Setting conservation priorities. Annals of New York Academy of Sciences 1162: 237–264.




DOI: http://dx.doi.org/10.14203/bkr.v18i1.155

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Buletin Kebun Raya (The Botanic Gardens Bulletin)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing Partners


    agora-journals.fao.org INTERNATIONAL INSTITUTE OF ORGANIZED RESEARCH (I2OR)ROAD DIRECTORYPKP INDEX
 
Jurnal Buletin Kebun Raya

Diterbitkan oleh (published by):
Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya (Center For Plant Conservation Botanic Gardens)
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (The Indonesian Institute of Sciences)
Alamat (address) : Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI Jl. Ir. H. Juanda 13, Bogor 16003
Telepon (Phone) : (0251) 8322187
Email : buletin.pktkr.lipi@gmail.com
Website : http://krbogor.lipi.go.id

pISSN: 0125-961X

eISSN: 2460-1519